بسم الله والصلاة والسلام على نبيه
Ada sebuah janji yang Allah ta’ala telah jamin bagi hamba-hambnya yang berpuasa.
Rabbuna subhanah telah mengkabarkan pada ayat puasa yang telah dihafal mulai dari dai-dai cilik di pesantren-pesantren Ramadhan sampai imam-imam kaum muslimin. Rabbuna subhanah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa. Sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian. Agar kalian bertaqwa,” (Al-Baqoroh:183)
Frasa لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ secara umum dalam mushaf-mushaf terjemah kita diartikan sebagai ‘agar kalian bertaqwa’.
Mari kita ambil sedikit faidah lughoh dari kata تَتَّقُونَ . Kata tersebut berasal dari fi’il اِتَّقَى – يَتَقِيْ – اِتِّقَاءً yang dalam mu’jam al washith bermakna جعله وقاية له من شيء آخر (terjemahan: menjadikan / mengambil pelindung baginya dari sesuatu yang lain).
Dengan kata lain Allah ta’ala menginginkan dari kalamnya yang mulia لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ yaitu ‘semoga dengan puasa itu, kalian dapat terlindungi’.
Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam juga mengatakan dalam hadits qudsi,
الصوم جنتة
“Puasa itu adalah perisai (pelindung)”
Walhamdulillah telah kami tuliskan dalam posting sebelumnya disini, bahwa puasa mejadi pelindung setidaknya dari dua hal:
- Pelindung dari perbuatan-perbuatan maksiat di dunia; dan
- Pelindung dari murka & azab Allah ta’ala di akhirat kelak.
Menjalankan syarat sah dan rukun puasa, serta meninggalkan pembatal-pembatal puasa, sesungguhnya hanya upaya kita untuk menjadikan ibadah puasa kita menjadi sah secara fiqh. Namun belum menjadi jaminan ibadah tersebut diterima Allah ta’ala.
Maka di sela-sela buka puasa, mari kita sisipkan doa agar sebab-sebab yang telah kita laksanakan iimanan wahtisaban, seluruhnya diangkat ke langit menjadi amalan yang diterima. Sehingga melalui tabiyah puasa ini, kita benar-benar menjadi hamba yang terlindungi. Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمدلله رب العالمين
Tinggalkan komentar