بسم الله حمدا كثيرا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضى
وصلى الله على نبينا محمد ومن ارتضى
Rabbuna subhanah berfirman,
وَٱلتِّینِ وَٱلزَّیۡتُونِ وَطُورِ سِینِینَ وَهَـٰذَا ٱلۡبَلَدِ ٱلۡأَمِینِ لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ أَحۡسَنِ تَقْوِيْمٍ
“(1) Demi buah tin dan buah zaitun (2) Dan demi gunung sina’ (3) Dan demi negeri yang aman ini (4) Sungguh telah kami ciptakan manusia dalam sebaik-sebaik bentuk” (At-Tin:1-4)
Syaikh Sholih Bin Abdillah Bin Hamid Al ‘Ushoimy dalam tafsirul fatihah wa qoshiril mufahol, buah karya beliau hafidzahullah ta’ala, menjelaskan kadungan sumpah dan kabar dari rabbuna subhanah yang dimulai dengan:
Sumpah pasa ayat petama, وَٱلتِّینِ وَٱلزَّیۡتُونِ (terjemah: demi bua tin dan buah zaitun)
Syaikh hafidzahullah ta’ala mengatakan مويدا منابتهما وهي أرض الشام (terjemah: yang dimaksud oleh Allah ialah tempat tumbuhnya kedua buah tersebut, yaitu negeri syam).
Lalu Allah ta’ala bersumpah kembali, وَطُورِ سِینِینَ (terjemah: dan demi gunung siina’)
Berkata syaikh hafidzahullah ta’ala, وهو الجبل الذي كلم الله فيه موسى عليه الصلاة والسلام، و (سينين) لغة في سيناء، وهو صحراء بين مصر وبلاد فلسطين (terjemah: dan dia (gunung siina’) adalah gunung yang mana di gunung tersebut Allah berbicara dengan Musa ‘alaihi ash sholatu wassalam. Siiniin merupakan bahasa atau kata lain dari siinaa’ yang mana ia adalah gurun pasir di antara Mesir dan negeri Palestina).
Kemudian Allah ta’ala menambah sumpahnya dengan وَهَـٰذَا ٱلۡبَلَدِ ٱلۡأَمِینِ (terjemah: dan demi negeri yang aman ini).
Menjelaskan kepada kita Syaarih hafidzahullahu ta’ala وهو مكة المكرمة لأمن الناس فيها (terjemah: dan dia (negeri yang aman) adalah Makkah Al Mukarromah karena amannya manusia ketika berada di dalamnya).
Kemudian syaikh hafidzahullah mengumpulkan semua tempat-tempat yang dimaksud dalam sumpah Allah ta’ala, yakni negeri Syam, Mesir, Palestina dan Makkah Al Mukarromah bahwa tempat-tempat ini adalah negerinya para anbiyaullah ‘alaihimush sholatu was salam.
Apa yang hendak Allah sampaikan dengan sumpah-sumpahNya? Berkata rabbuna subhanah menjawab sumpahnya, لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ أَحۡسَنِ تَقْوِيْمٍ (terjemah: sungguh telah benar-benar kami ciptakan manusia itu dalam sebaik-baik bentuk).
Ada sebuah korelasi menarik yang bisa kita jadikan faidah ketika Allah hendak mengkabarkan tentang bahwa Dia subhanahu wa ta’ala telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuknya, Rabbuna subhanah mendahuluinya bersumpah dengan tempat-tempat dimana para nabi-nabi Allah tinggal dan menyebarkan dakwahnya.
Isyarat tersebut semakin menegaskan bahwa manusia-manusia terbaik yang Allah ta’ala ciptakan di muka bumi ini ialah dari kalangan para nabi dan rasul.
Wallahi sungguh isyarat yang indah dari pemilik kalam yang mulia.
Semoga Allah ta’ala menjadikan kita semua dapat menitih jalan para nabi dan rasul. Tidak hanya sempurna secara bentuk fisik, namun yang utama ialah keselamatan hati atas tauhid. Karena seluruh para nabi dan rasul menyerukan hal yang sama, yakni,
وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِی كُلِّ أُمَّةࣲ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَۖ …
“Sesungguhnya telah kami mengurus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan) sembahlah Allah semata dan jauhilah thogut (sesembahan selain Allah)” (An-Nahl:36)
وبالله توفيق والهداية وصلى الله على نبينا محمد والحمدلله رب العالمين
Catatan: faidah ini kami dapat dari Ustadz Dr. Ganang Prihatmoko, Lc., M.A. hafidzahullah ta’ala dalam Dauroh Ramadhan “Tafsir Al Fatihah Wa Qhisar Al Mufasshol” Mahad Ilmi Yogyakarta tanggal 22 Februari 2026

Tinggalkan komentar